Categories
Berita PDSI

Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Perguruan Tinggi

Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) [Computer Security Insident Response Team (CSIRT)], merupakan tim atau entitas dalam suatu lembaga yang menyediakan layanan dan dukungan kepada organisasi untuk mencegah, mengelola dan menanggapi insiden keamanan informasi. Tim-tim ini biasanya terdiri dari para spesialis yang bertindak sesuai dengan prosedur dan kebijakan untuk merespon dengan cepat dan efektif terhadap insiden keamanan dan untuk mengurangi risiko serangan siber.

Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menghadiri kegiatan asistensi dengan tema Asistensi pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) / Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada Perguruan Tinggi, sesuai dengan undangan dengan nomor surat 2964/BSSN/D3/PS.02.02/08/2022 tertanggal 2 Agustus 2022.  Kegiatan  ini dilangsungkan di Aula Museum Sandi, Jl. Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Yogyakarta pada Kamis (11/8/2022).

UNISA Yogyakarta mengirimkan 2 orang dari BPTSI dan 1 dosen dari Program Studi Teknologi Informasi.

Pembentukan CSIRT

Tugas dari masing-masing tim setelah terdaftar dalam CSIRT melaksanakan perencanaan kapasitas prosedur penanganan insiden siber, melakukan koordinasi penanganan insiden siber, manajemen krisis dan membantu penegakan hukum, melakukan investigasi insiden siber, menyediakan laporan penaganan insiden siber, dan melakukan evaluasi proses penanganan insiden siber

— Narasumber BSSN
https://pdsi.unisayogya.ac.id/asistensi-pembentukan-tim-tanggap-insiden-siber-ttis-perguruan-tinggi/ 2022-08-12 08:07:00

Hasil Rapat

Target program BSSN mampu berkolaborasi dengan berbagai sektor yang ada di Indonesia salah satunya Pendidikan. BSSN menyediakan layanan untuk integrasi ke sistem BSSN agar alert/informasi dapat diberikan secara langsung.

Tim siber terdiri dari 3 yakni 1 Ketua, 1 eksekusi, 1 Penghubung.

Rangkaian acara yang dilakukan oleh BSSN setelah sosialisasi yakni mengadakan pengelompokan team hingga tes pengujian yang terdiri dari 3 tahap untuk menguji kelayakan dalam menangani kasus siber.

Serangkaian acara selanjutnya akan dilaksanakan melalui online dan offline.

Kegiatan asistensi ini diikuti para peserta dengan antusias dari awal sampai dengan selesai. [bst]

By basit

Biro Pengembangan Teknologi Dan Sistem Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.