Langkah Migrasi Institusi/Prodi FEEDER PDDIKTI

Peringatan

  1. Langkah yang dituliskan di sini adalah pengalaman UNISA Yogyakarta sesuai dengan konteks database yang ada di UNISA Yogyakarta. Untuk Institusi Pendidikan lain, langkah mungkin dapat berbeda.
  2. Langkah tidak dapat dibolak-balik. Perhatikan setiap langkah dengan seksama.

Persiapan

  1. Membuat pemberitahuan kepada seluruh Civitas Akademika bahwa akan dilakukan proses migrasi Institusi/Prodi, dengan konsekuensi:
    1. Mahasiswa pada prodi-prodi lama akan dikeluarkan untuk yang belum Lulus di tahun akademik perubahan. NIM akan berubah dengan tambahan karakter tertentu, untuk mempertahankan NIM yang digunakan oleh mahasiswa, misalnya dengan sebuah buah titik; “1710201001” (nim institusi/prodi baru) dan “1710201001.” (nim institusi/prodi lama)
    2. Mahasiswa yang keluar tersebut akan dimasukkan ke dalam institusi/prodi baru dengan membawa nilai ekuivalensi dengan status Pindahan
    3. Institusi/prodi yang lama tidak digunakan, kecuali untuk mendapatkan data lampau
    4. Apabila ada perubahan dan/atau penambahan data dalam masa-masa migrasi, maka kemungkinan data tidak ikut termigrasi.
  2. Backup Database
  3. Jangan masukkan data prodi/institusi lama ke dalam FEEDER terlebih dahulu
  4. Sinkron FEEDER untuk mendapatkan informasi institusi/prodi baru dari PDDIKTI
(more…)

Elearning UNISA Yogyakarta Bergabung dengan Ilmupedia

Elearning UNISA Yogyakarta (https://elearning.unisayogya.ac.id) sudah bergabung dengan Ilmupedia, sehingga benefit paket murah pendidikan/edukasi dapat dimanfaatkan.

Ilmupedia Telkomsel

Paket ilmupedia adalah paket internet untuk pelanggan prabayar Telkomsel (simPATI, KARTU As, dan Loop) yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi edukasi berbasis digital dan ratusan e-learning kampus serta sekolah di Indonesia.

Informasi/Aktivasi Paket: https://www.telkomsel.com/paket-ilmupedia (*363*844#)

ImClass Indosat

Paket pintar bisa belajar online dan akses ke platform belajar online terpopuler di Asia Tenggara, Ruangguru, Quipper, Sekolahmu.com dan Rumah Belajar. Tidak hanya itu IMClass juga bisa ke beberapa website universitas-universitas di Indonesia.

Informasi/Aktivasi Paket: https://indosatooredoo.com/id/personal/imclass (*123*369#)

XTRA Edukasi XL

Meeting (XTRA Conference) dan belajar dari rumah (XTRA Edukasi) semakin nyaman.

Informasi/Aktivasi Paket: https://www.xl.co.id/xtra-conference (aplikasi Medio)

Tanda Tangan Elektronik (TTE) berupa QRCode

Pengertian TTE

Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

Pasal 1 angka 22 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP PSTE”)

Penerapan TTE Pada KK dan Akta Kelahiran

Terhitung mulai Senin 18 Maret 2019 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul melaksanakan ujicoba pelaksanaan Tanda Tangan elektronik (TTE) pada dokumen Akta kelahiran dan Kartu Keluarga. Disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul (Bambang Purwadi Nugroho, S.H,M.H.) pelaksanakan ujicoba Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini menindaklanjuti hasil Rakornas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2019 yang diselenggarakan di Makassar pada tanggal 7-9 Februari 2019 antara lain bertujuan untuk memantapkan tata kelola pelaksanaan kependudukan dan pencatatan sipil yang membahagiakan masyarakat melalui penggunaan teknologi digital. (sumber: https://disdukcapil.bantulkab.go.id/berita/191-uji-coba-tanda-tangan-elektronik-tte-pada-akta-kelahiran-dan-kartu-keluarga, terakhir diakses 3 Agustus 2020 jam 10:00)

Tampilan TTE pada Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga
Tata cara mencetak Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga dengan TTE (sumber: https://www.instagram.com/p/CCFaL29hTNj/, terakhir diakses 3 Agustus 2020 jam 14:35)

TTE UNISA Yogyakarta

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerapkan Tanda Tangan Elektronik berupa QRCode (TTEQR) dengan alur sebagai berikut:

Alur Pembuatan dan Menampilkan TTEQR
(more…)

Studi Banding Penggunaan DSPACE ke UII Yogyakarta

sumber: https://lib.unisayogya.ac.id/perpustakaan-unisa-yogya-belajar-dspace-ke-uii/

Perkembangan teknologi informasi sangat berimbas terhadap perkembangan dunia perpustakaan, terlebih bagi perpustakaan perguruan tinggi. Kemudahan dalam mengakses berbagai sumber informasi menjadi unggulan bagi perpustakaan saat ini. Berbagai koleksi dalam bentuk digital seolah memberikan layanan yang paling dicari oleh pemakai. Dengan bermodalkan jaringan internet, maka koleksi digital perpustakaan akan dengan sangat cepat dan mudah didapatkan.
Hal itu juga menjadi bahan pemikiran lebih lanjut oleh Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saat ini sudah ada wadah bernama Perpustakaan Digital Unisa Yogyakarta yang mewadahi berbagai hasil penelitian dan local content milik civitas akademika. Seiring dengan tuntutan kebutuhan pemustaka yang lebih bervariasi, maka dilakukan evaluasi terhadap perpustakaan digital yang sudah ada tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan beberapa kelemahan yang ada, sehingga diusulkan rencana untuk mengganti wadah perpustakaan digital yang sudah ada dengan software lain yang lebih bisa memenuhi kebutuhan pemakai Unisa Yogyakarta.
Jumat, 1 Maret 2019 bertempat di Ruang Sidang lantai 2 Direktorat Perpustakaan UII Yogyakarta, dilakukan studi banding yang diikuti oleh Irkhamiyati, M.IP, selaku kepala Perpustakaan Unisa Yogya beserta staff di bidang perpustakaan digital, yaitu Agung Suyudi, A.Md. Hadir juga dalam studi banding tersebut yaitu Kepala PDSI (Pusat data dan Sistem Informasi) Unisa Yogya, Bp. Basit Adhi Prabowo, ST. Banyak ilmu dan tukar pengalaman yang didapatkan dalam studi banding tersebut, terlebih dalam pengelolaan repository UII yang menggunakan software DSpace. Kunjungan dari Unisa diterima sangat hangat oleh Direktur Perpustakaan UII, Bpk. Joko Sugeng Priyanto, SIP., M.Hum beserta beberapa pejabat di lingkungan perpustakaannya (Muhammad Jamil, SIP., Sungadi, S.Sos., M.IP, Suharti, SIP., Ismanto, S.I.Pust., Bambang Hermawan, A.Md., dan Hana Isnaini Al Husna, ST). Bapak Muhammad Jamil, SIP, selaku kepala Divisi Informasi Teknologi dan Jaringan, memaparkan dengan jelas tentang pengelolaan DSpace di sana. Dialog berlangsung sangat interaktif. Irkhamiyati menyampaikan, apabila ada yang kurang jelas, maka akan dilakukan komunikasi lebih lanjut tentang pengelolaan DSpace di Perpustakaan UII ini. (Irkhamiyati-1-3-19)