Blueprint TI 2013-2016

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta memiliki keinginan tinggi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan dengan cara-cara efektif dan efisien, yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara sungguh-sungguh agar dapat memberikan manfaat maksimal (sukses), untuk itu diperlukan sebuah perencanaan atau kerangka pengembangan yang matang dalam bentuk perencanaan induk (cetak biru). Kerangka pengembangan TI yang dituangkan dalam Cetak Biru ini digunakan untuk masa pengembangan 4 tahun (2013-2016) karena perkembangan teknologi, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang pesat dan rencana STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta menjadi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Secara ringkas, cetak biru TI dapat dilihat pada ‘Mind Map dari Cetak Biru Pengembangan Teknologi Informasi STIKes ‘Aisyiyah 2013-2016’ di bawah ini.

BluePrintTI 2013 2016
BluePrintTI 2013 2016 (sumber: BluePrintTI 2013 2016)

Pengembangan TI didasarkan pada kebutuhan dan keinginan untuk memenuhi proses bisnis di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan didukung oleh komponen-komponen yang lain, sehingga diharapkan proses bisnis akan berjalan dengan efektif dan efisien. Proses bisnis diturunkan dari Visi, Misi dan Tujuan instusi. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan rencana strategis dan rencana operasional yang tepat. Cetak Biru ini digunakan sebagai panduan pengembangan TI, baik perangkat lunak, perangkat keras, pengguna maupun regulasinya. Diharapkan TI menjadi salah satu unggulan dan rujukan bagi Perguruan Tinggi lain, meskipun STIKes ‘Aisyiyah merupakan Perguruan Tinggi Kesehatan.

Latar Belakang

Dewasa ini dunia sedang menghadapi tantangan berat akibat globalisasi. Berbagai masalah sebagai dampak globalisasi hanya dapat diatasi dengan solusi berbasis pengetahuan (knowledge-based solution). Kemampuan bersaing mengatasi berbagai masalah tersebut akan membuahkan keuntungan bagi pemenangnya. Tantangan yang mengedepankan semakin pentingnya pengetahuan (knowledge) sebagai pendorong utama pertumbuhan suatu bangsa, keadaan ini disebut dengan knowledge based economic. Daya saing suatu perguruan tinggi tidak bergantung lagi hanya pada fasilitas yang dimiliki, akan tetapi semakin bergantung pada sistem pengelolaanya. Kemajuan suatu perguruan tinggi ditentukan oleh faktor kepemimpinan, relevansi, atmosfer akademik, pengelolaan internal, keberlanjutan, dan produktifitas. Pengembangan TI berarti mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, aksesibilitas, sumber daya, server, keamanan, mutu dan kebijakan. Pengembangan tersebut saling terkait antara satu dan lainnya untuk mencapai mutu yang terbaik. Namun, kondisi ideal bisa tidak tercapai apabila tidak mendapatkan dukungan dari Pimpinan dan pengelola STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta. Peningkatan mutu manajemen perguruan tinggi (terkait isu Leadership dan Internal Management) di STIKes -Aisyiyah Yogyakarta mencakup seluruh aspek manajemen pada setiap jenjang organisasi diperlukan untuk mendukung pengembangan TI. Aspek manajemen yang dimaksud termasuk manajemen sumberdaya (manusia, keuangan, sarana dan prasarana) dan mutu. STIKes -Aisyiyah Yogyakarta diharapkan untuk dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip Good University Governance (GUG) atau Good College Governance (GCG), mengutamakan mutu pelayanan untuk stakeholder internal yaitu mahasiswa, dosen dan karyawan, dan akuntable terhadap stakeholder eksternal. Disamping itu, pengelola pada setiap jenjang organisasi di STIKes -Aisyiyah Yogyakarta perlu memiliki kemampuan manajemen yang memadai. Pengembangan ini dilakukan untuk mewujudkan:

  1. Sistem pelayanan yang memuaskan bagi stakeholder.
  2. Sistem pengelolaan yang efektif dan efisien.
  3. Akademik atmosfer yang kondusif.
  4. Proses belajar dan pembelajaran yang efektif dan efisien.
  5. Sistem pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat.
  6. Sistem pelaporan yang akuntabel dan transparan.
  7. Sistem komunikasi yang efektif dan efisien.
  8. Citra STIKes -Aisyiyah sebagai intitusi berteknologi tinggi.

Asas Pengembangan

Asas pengembangan TI digunakan sebagai pertimbangan utama dalam mengembangkan TI, yaitu:

  1. Manfaat
    Pengembangan TI didasarkan pada nilai manfaat pada seluruh pihak yang terkai (stake holder)
  2. Produktif
    Pengembangan TI dilaksanakan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas, baik dalam proses pengembangan, implementasinya maupun dampak penggunaannya
  3. Terbuka
    Pengembangan TI berorientasi pada pelayanan informasi kepada stake holder sebagai sarana untuk mewujudkan akuntabilitas
  4. Valid
    Pengembangan TI sebagai sarana pengelolaan data dan informasi yang lengkap, akurat dan mutakhir
  5. Aman
    Pengembangan TI memperhatikan privasi data, keamanan fisik dan keamanan logik.
  6. Legal
    Pengembangan TI memperhatikan aspek legal-formal seluruh komponen yang digunakan, baik perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan
    Kemudahan akses Pengembangan TI sebagai sarana akses informasi yang mudah didapatkan dengan sarana yang dimiliki oleh pengguna
  7. Sinergi
    Pengembangan TI dilaksanakan dengan saling memanfaatkan sistem lain dan sumber daya yang ada
  8. Integrasi
    Pengembangan TI sebagai sarana pengelolaan data dan informasi yang terpadu sehingga proses bisnis dapat berjalan dengan edektif dan efisien, serta dapat memberi data yang cepat untuk mendukung pengambilan keputusan
  9. Ketersediaan Tinggi
    Pengembangan TI selayaknya memperhatikan ketersediaan yang tinggi akan SI dan perangkat pendukungnya mengingat akan tingginya ketergantungan terhadap TI untuk mendukung proses yang ada di STIKes ‘Aisyiyah
  10. Mutu
    Pengembangan TI harus terus berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta

Strategi

Strategi yang digunakan untuk pengembangan TI adalah berdasarkan kebutuhan, kemampuan dan tujuan, yaitu:

  1. Penggalian data untuk menentukan kebutuhan yang sebenarnya
  2. Menata perangkat aturan untuk mendukung proses pembuatan atau untuk mendukung suatu proses bisnis
  3. Pengukuran kemampuan, baik finansial maupun sumber daya lain, kemudian memperkirakan kemungkinan pengembangan kemampuan, misal: dengan pelatihan untuk kemampuan sumber daya manusia, merekrut pegawai untuk ketersediaan sumber daya manusia, dan sebagainya
  4. Pencarian informasi mengenai alternatif-alternatif sistem yang hendak dikembangkan
  5. Memanfaatkan teknologi dan perangkat yang ada dengan optimal
    Mengembangkan sistem yang mudah dijangkau, simpel, efektif, efisien dan handal
  6. Meningkatkan peran serta stakeholder, dunia usaha dan pemerintah

Download (BluePrint-2013-2016.pdf.zip, ZIP, 532KB)

One thought on “Blueprint TI 2013-2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.