Elearning UNISA Yogyakarta Bergabung dengan Ilmupedia

Apa itu paket ilmupedia?

Paket ilmupedia adalah paket internet untuk pelanggan prabayar Telkomsel (simPATI, KARTU As, dan Loop) yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi edukasi berbasis digital dan ratusan e-learning kampus serta sekolah di Indonesia.

Bagaimana Cara Mengaktifkan Ilmupedia

Bimbingan Teknis Asistensi Data PDDIKTI tahun 2020

Dalam rangka peningkatan mutu pelaporan PDDIKTI Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah V, maka LLDIKTI Wilayah V mengadakan Bimbingan Teknis Asistensi Data PDDIKTI Tahun 2020 untuk operator PDDIKTI Perguruan Tinggi, pada:

Hari, TanggalRabu-Kamis, 15-16 Juli 2020
Pukul09:00 WIB s.d. selesai
TempatKantor LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta
AcaraBimbingan Teknis dan Asistensi Data PDDIKTI (Bimtek PDDIKTI)
(more…)

Talkshow Sains Tech Day #3 FST UNISA

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menyelenggarakan acara Science Tech Day #3 pada tahun 2020. Dalam salah satu rangkaian acara Science Tech Day #3 tersebut, diadakan talkshow daring yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Informasi (TI) pada Sabtu. 20 Juni 2020 jam 13.00-15.00 WIB dengan media Zoom Meeting APP.

TalkShow Online: Keamanan Jaringan Dalam Pemanfaatan Aplikasi Video Conference Untuk BDR {Bekerja / Belajar Dari Rumah}

Dengan adanya Virus Covid-19 ini semua kegiatan menjadi terkendala. Bekerja / Belajar dilakukan dengan menggunakan media Aplikasi Video Conference. Lalu bagaimana kah dengan keamanan jaringan dalam pemanfaatan aplikasi video conference untuk BDR (Bekeja / Belajar Dari Rumah)?


Pemateri :
Yunanri W., S.T., M. Kom
(Praktisi Digital Forensik bidang Forensik Jaringan Regional Sumbawa)

0:00 Keamanan Jaringan
1:36 Ancaman atau Serangan Terhadap Keamanan Jaringan
5:00 Pembatasan Port
6:05 Serangan Internasional
10:00 Tips Keamanan Jaringan


Basit Adhi Prabowo, S.T
(Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta)

0:00 Keamanan Jaringan Dalam Pemanfaatan Aplikasi Video Conference Untuk BDR
2:00 Panduan Keamanan oleh Badan Siber dan Sandi Negara
3:34 Update Otomatis dan Internet Security pada Sistem Operasi dan Aplikasi
8:17 Kepemilikan Akun dan Perangkat
9:08 Jaringan Aman (VPN)

0:00 Enkripsi: VPN, Point to Point, End to End
3:28 Verifikasi 2 Langkah
5:55 Awas Phising dan Click Bait
7:18 Menyediakan Email Khusus
8:04 Gunakan Password Unik
8:45 Aktifkan Fitur Gabung Jika Diijinkan
9:06 Aplikasi Dijalankan Secara Virtual
10:52 Tidak Mempublikasikan Informasi Private Meeting
11:53 Penyerta


Moderator :
Arizona Firdonsyah, S.Kom., M.Kom
(Dosen Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta )

0:00 Memastikan Aplikasi Ebanking Dapat Dipercaya
2:40 Mengetahui Identitas Melalui HP
8:15 Cara Mengetahui Siapa Saja Yang Mencoba Memasuki Akun Kita

0:00 Mengamankan HP Dari Hacker
7:56 Apakah Password Manajer Aman?
9:36 Apakah Google/Microsoft Authenticator Paling Aman?

0:00 Bagaimana Jika Terlanjur Menggunakan Akun Official?
7:04 Tentang Hack Kampus
9:06 Cara Mengembalikan Akun Yang di Hack?
11:29 Apakah Anti Virus Menjamin Keamanan File?

cio forum

IHE CIO Forum

Perkembangan teknologi informasi saat ini mengalami perubahan yang kian masif. Tren digitalisasi atau yang sering disebut revolusi industri 4.0 di berbagai sektor tak terkecuali di sektor pendidikan tinggi. Terkini, kebutuhan untuk memahami solusi teknologi informasi bagi pendidikan tinggi menjadi sebuah keharusan guna meningkatkan kualitas dari perguruan tinggi itu sendiri.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan sudah saatnya untuk mengembangkan pola berpikir dalam menyelesaikan masalah. Selama ini pola berpikir masyarakat adalah deduktif thinking dimana sudut pandang berawal dari suatu masalah. “Masalah itu terkadang tersembunyi tidak muncul dipermukaan. Sehingga ketika kita tidak menemukan masalah justru itu masalah terbesar,” kata Fathul Wahid dalam sambutannya pada forum nasional Indonesia Higher Education CIO Forum (IHE CIO Forum).

Lanjut Fathul Wahid, mengajak peserta forum untuk berpikir secara induktif. Di tengah disruptif perkembangan teknologi saat ini dapat digali potensi yang ada sehingga potensi itu dapat dikembangkan ke arah mana. “Misalnya pada akhir 90-an tidak ada orang yang berdemonstrasi meminta hadirnya layanan sms namun pada akhirnya layanan sms itu ada. Lalu kenapa? Ini dikarenakan para penyedia layanan menyadari bahwa jalur komunikasi itu masih menganggur dan terus berkembang lagi hingga munculnya internet,” lanjut Fathul Wahid.

Fathul Wahid berharap melalui forum ini peserta termasuk pembicara dapat belanja ide. Sehingga ide yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam bentuk solusi terhadap permasalahan saat ini. “Harapannya peserta dapat belanja ide setelah itu dibawa pulang, direbus dan diimplementasikan pada berbagai permasalahan,” tambahnya.

Penyelenggaraan IHE CIO Forum 2019, di Auditorium Prof. Abdulkahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Rabu (17/7) ini dihadiri para Rektor dan pimpinan teknologi informasi lebih dari 70 institusi pendidikan tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.com., Akt., C.A. serta keynote speech Mukhammad Andri Setiawan, Ph.D., selaku Kepala Badan Sistem Informasi (BSI) UII.

Dalam materinya, Andri Setiawan mengatakan pengelolaan teknologi informasi dewasa ini masih sering menjadi kendala para pimpinan di lingkungan pendidikan tinggi. Kendala tersebut terutama pada segi pengorganisasian layanan agar sejalan dengan misi dan tujuan strategis institusi pendidikan tinggi. “Seharusnya perguruan tinggi dapat memaksimalkan perkembangan teknologi untuk mencapai visi dan misinya. Sehingga perlunya implementasi yang sesuai agar visi dan misi perguruan tinggi tercapai,” ungkapnya.

Sejauh ini, hanya sebagian kecil universitas telah menjalankan praktik-praktik terbaik dalam mengelola teknologi informasi, dan menjadikannya sebagai instrumen strategis untuk bersaing dan meningkatkan kualitas. Sebagian besar yang lain masih menganggapnya sebagai instrumen pendukung operasional dengan manfaat yang marginal. Kapasitas personel teknologi informasi dan dukungan kebijakan institusi yang beragam adalah beberapa sebab yang terindentifikasi.

“Perubahan mendasar dibutuhkan untuk memberikan pelayanan teknologi informasi yang lebih baik. Pergeseran layanan teknologi informasi sebagai “sekedar” unit pelaksana teknis, atau fokus hanya pada manajemen teknologi menjadi manajemen layanan menuntut perubahan yang drastis pula,” ujarnya.

Penyelenggaraan IHE CIO Forum 2019 juga diisi paparan dari Nutanix, Ruckus, dan Lintasarta. Sementara pada sesi lightning talk diisi oleh Arif Kurniawan, S.T. dari Universitas Negeri Yogyakarta, Adi Kusuma dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Achmad Basuki dari Indonesian Research and Education Network (IdREN).

(sumber: https://www.uii.ac.id/uii-gelar-indonesia-higher-education-cio-forum/)

(more…)