CETAK BIRU TEKNOLOGI INFORMASI

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta memiliki keinginan tinggi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan dengan cara-cara efektif dan efisien, yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara sungguh-sungguh agar dapat memberikan manfaat maksimal (sukses), untuk itu diperlukan sebuah perencanaan atau kerangka pengembangan yang matang dalam bentuk perencanaan induk (cetak biru). Kerangka pengembangan TI yang dituangkan dalam Cetak Biru ini digunakan untuk masa pengembangan 4 tahun (2016-2020) karena perkembangan teknologi, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang pesat. Pengembangan TI didasarkan pada kebutuhan dan keinginan untuk memenuhi proses bisnis di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan didukung oleh komponen-komponen yang lain, sehingga diharapkan proses bisnis akan berjalan dengan efektif dan efisien. Proses bisnis diturunkan dari Visi, Misi dan Tujuan instusi. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan rencana strategis dan rencana operasional yang tepat. Cetak Biru ini digunakan sebagai panduan pengembangan TI, baik perangkat lunak, perangkat keras, pengguna maupun regulasinya. Diharapkan TI menjadi salah satu unggulan dan rujukan bagi Perguruan Tinggi lain.

 

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

1.2 VISI DAN MISI

1.3 DASAR HUKUM

 

STRATEGI PENGEMBANGAN BLUEPRINT TEKNOLOGI INFORMASI

2.1 KONSEP PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

2.2 ASAS PENGEMBANGAN, PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN TI

2.3 STRATEGI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN

2.3.1 RIP, RENSTRA DAN RENOP

2.3.2 VISI, MISI DAN SASARAN MUTU

2.3.3 STANDART OPERATING PROCEDURE

2.3.4 INSTRUKSI KERJA

2.3.5 ATURAN

2.3.6 EKSTERNAL

2.3.7 INTERNAL

2.4 STRATEGI PENGEMBANGAN MUTU

2.4.1 MONITORING DAN EVALUASI (QUALITY CONTROL)

2.4.2 STANDARISASI

2.5 SUMBER DAYA KEUANGAN

2.6 ROAD MAP PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

2.6.1 PRINCIPLE CATALOG

2.6.2 IT STRATEGY DRIVERS

2.6.3 TUJUAN UTAMA STRATEGI IT

2.7 IT PILAR UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

2.7.1 MOBILITY

2.7.2 OPEN DATA

2.7.3 GREEN COMPUTING

2.7.4 OPERASIONAL EXCELLENT

2.7.5 BEST PRACTISE

2.7.6 HEALTH PERSPECTIVE

 

UNIT PENGELOLA

3.1 STRUKTUR ORGANISASI UNIT PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI

3.2 TEAM TASK FORCE BLUEPRINT (ENTERPRISE ARCHITECTURE)

3.3 STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

3.3.1 KONSEP PENGEMBANGAN SDM

3.3.2 SUMBER DAYA MANUSIA PADA BAGIAN TI

3.2.2.1 ANALIS

3.2.2.2 PROGRAMMER SISTEM INFORMASI

3.2.2.3 PROGRAMMER BASIS DATA

3.2.2.4 ADMINISTRATOR JARINGAN DAN KEAMANAN DATA

3.2.2.5 HELP DESK

3.2.2.6 DOKUMENTASI DAN ADMINISTRASI

3.2.2.7 KELISTRIKAN DAN PERANGKAT KERAS

3.2.2.8 ADMINISTRATOR DATA

3.3.3 SUMBER DAYA MANUSIA PADA UNIT (OPERATOR)

 

SARANA DAN PRASARANA

4.1 STRATEGI PENGEMBANGAN AKSESIBILITAS

4.1.1 INFRASTRUKTUR

4.1.2 SUB JARINGAN / VLAN

4.1.3 INTERNET

4.1.4 PROXY

4.1.5 JALUR BACKUP

4.1.6 SMART, HEALTH AND WISE INTERNET

4.2 STRATEGI PENGEMBANGAN PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK

4.2.1 PENGEMBANGAN PERANGKAT KERAS

4.2.1.1 KELISTRIKAN

4.2.1.2 MAINTENANCE

4.2.1.3 GO GREEN

4.2.1.4 POWER SAVING

4.2.1.5 PAPERLESS

4.2.1.6 PENGADAAN UNTUK PENINGKATAN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

2017-2022

4.2.2 PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

4.2.2.1 LEGALITAS

4.2.2.2 SARANA PERANGKAT LUNAK UNISA

4.3 PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SARAN DAN PRASARANA

 

SISTEM ALIRAN DATA DAN OTORISASI AKSES DATA

5.1 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

5.1.1 SISTEM ALIRAN DATA

5.1.2 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI TERPADU

5.1.2.1 PROSES BISNIS PENERIMAAN MAHASISWA BARU (PMB)

5.1.2.2 PROSES BISNIS AKADEMIK

5.1.2.3 PROSES BISNIS PERPUSTAKAAN

5.1.2.4 PROSES BISNIS UNIT SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

5.1.2.5 PROSES BISNIS LABORATORIUM

5.1.2.6 PROSES BISNIS INVENTORI

5.1.3 OTORISASI HAK AKSES

5.1.4 DECISION SUPPORT SYSTEMS

5.1.5 SI PENDUKUNG PEMBELAJARAN – E-LEARNING

5.1.6 SI PENDUKUNG PEMBELAJARAN – E-EXAM

5.1.7 KOMUNIKASI

5.1.8 WEBSITE

5.1.9 EMAIL

5.1.10 MEDIA SOSIAL

5.1.11 APLIKASI SMARTPHONE

5.2 PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI

5.3 PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI

5.3.1 PEMANFAATAN INFRASTRUKTUR JARINGAN

5.3.2 PEMANFAATAN VLAN / SUB JARINGAN

5.3.3 PEMANFAATAN JARINGAN INTERNET

5.3.4 PEMANFAATAN PROXY

5.3.5 PEMANFAATAN JALUR BACKUP DAN DATA

5.3.6 PEMANFAATAN SMART, HEATLH AND WISE INTERNET

5.3.7 PEMANFAATAN UNIT PENGELOLA DI TINGKAT UNISA

5.3.8 PEMANFAATAN SISTEM ALIRAN DATA DAN OTORISASI AKSES DATA

 

MANAJEMEN RISIKO

6.1 DISASTER RECOVERY

6.1.1 BACKUP

6.1.2 HIGH AVAILABILITY

6.1.3 CLOUD STORAGE

6.1.4 PENATAAN RUANGAN

6.1.5 PENGEMBANGAN SISTEM DISASTER RECOVERY

6.1.6 PEMANFAATAN SISTEM DISASTER RECOVERY

6.2 STRATEGI PENGEMBANGAN KEAMANAN

6.2.1 KEAMANAN FISIK

6.2.2 KEAMANAN LOGIK

Blueprint TI 2013-2016

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta memiliki keinginan tinggi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan dengan cara-cara efektif dan efisien, yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara sungguh-sungguh agar dapat memberikan manfaat maksimal (sukses), untuk itu diperlukan sebuah perencanaan atau kerangka pengembangan yang matang dalam bentuk perencanaan induk (cetak biru). Kerangka pengembangan TI yang dituangkan dalam Cetak Biru ini digunakan untuk masa pengembangan 4 tahun (2013-2016) karena perkembangan teknologi, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang pesat dan rencana STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta menjadi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Secara ringkas, cetak biru TI dapat dilihat pada ‘Mind Map dari Cetak Biru Pengembangan Teknologi Informasi STIKes ‘Aisyiyah 2013-2016’ di bawah ini.

BluePrintTI 2013 2016
BluePrintTI 2013 2016 (sumber: BluePrintTI 2013 2016)

Pengembangan TI didasarkan pada kebutuhan dan keinginan untuk memenuhi proses bisnis di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan didukung oleh komponen-komponen yang lain, sehingga diharapkan proses bisnis akan berjalan dengan efektif dan efisien. Proses bisnis diturunkan dari Visi, Misi dan Tujuan instusi. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan rencana strategis dan rencana operasional yang tepat. Cetak Biru ini digunakan sebagai panduan pengembangan TI, baik perangkat lunak, perangkat keras, pengguna maupun regulasinya. Diharapkan TI menjadi salah satu unggulan dan rujukan bagi Perguruan Tinggi lain, meskipun STIKes ‘Aisyiyah merupakan Perguruan Tinggi Kesehatan.

Latar Belakang

Dewasa ini dunia sedang menghadapi tantangan berat akibat globalisasi. Berbagai masalah sebagai dampak globalisasi hanya dapat diatasi dengan solusi berbasis pengetahuan (knowledge-based solution). Kemampuan bersaing mengatasi berbagai masalah tersebut akan membuahkan keuntungan bagi pemenangnya. Tantangan yang mengedepankan semakin pentingnya pengetahuan (knowledge) sebagai pendorong utama pertumbuhan suatu bangsa, keadaan ini disebut dengan knowledge based economic. Daya saing suatu perguruan tinggi tidak bergantung lagi hanya pada fasilitas yang dimiliki, akan tetapi semakin bergantung pada sistem pengelolaanya. Kemajuan suatu perguruan tinggi ditentukan oleh faktor kepemimpinan, relevansi, atmosfer akademik, pengelolaan internal, keberlanjutan, dan produktifitas. Pengembangan TI berarti mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, aksesibilitas, sumber daya, server, keamanan, mutu dan kebijakan. Pengembangan tersebut saling terkait antara satu dan lainnya untuk mencapai mutu yang terbaik. Namun, kondisi ideal bisa tidak tercapai apabila tidak mendapatkan dukungan dari Pimpinan dan pengelola STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta. Peningkatan mutu manajemen perguruan tinggi (terkait isu Leadership dan Internal Management) di STIKes -Aisyiyah Yogyakarta mencakup seluruh aspek manajemen pada setiap jenjang organisasi diperlukan untuk mendukung pengembangan TI. Aspek manajemen yang dimaksud termasuk manajemen sumberdaya (manusia, keuangan, sarana dan prasarana) dan mutu. STIKes -Aisyiyah Yogyakarta diharapkan untuk dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip Good University Governance (GUG) atau Good College Governance (GCG), mengutamakan mutu pelayanan untuk stakeholder internal yaitu mahasiswa, dosen dan karyawan, dan akuntable terhadap stakeholder eksternal. Disamping itu, pengelola pada setiap jenjang organisasi di STIKes -Aisyiyah Yogyakarta perlu memiliki kemampuan manajemen yang memadai. Pengembangan ini dilakukan untuk mewujudkan:

  1. Sistem pelayanan yang memuaskan bagi stakeholder.
  2. Sistem pengelolaan yang efektif dan efisien.
  3. Akademik atmosfer yang kondusif.
  4. Proses belajar dan pembelajaran yang efektif dan efisien.
  5. Sistem pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat.
  6. Sistem pelaporan yang akuntabel dan transparan.
  7. Sistem komunikasi yang efektif dan efisien.
  8. Citra STIKes -Aisyiyah sebagai intitusi berteknologi tinggi.

Asas Pengembangan

Asas pengembangan TI digunakan sebagai pertimbangan utama dalam mengembangkan TI, yaitu:

  1. Manfaat
    Pengembangan TI didasarkan pada nilai manfaat pada seluruh pihak yang terkai (stake holder)
  2. Produktif
    Pengembangan TI dilaksanakan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas, baik dalam proses pengembangan, implementasinya maupun dampak penggunaannya
  3. Terbuka
    Pengembangan TI berorientasi pada pelayanan informasi kepada stake holder sebagai sarana untuk mewujudkan akuntabilitas
  4. Valid
    Pengembangan TI sebagai sarana pengelolaan data dan informasi yang lengkap, akurat dan mutakhir
  5. Aman
    Pengembangan TI memperhatikan privasi data, keamanan fisik dan keamanan logik.
  6. Legal
    Pengembangan TI memperhatikan aspek legal-formal seluruh komponen yang digunakan, baik perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan
    Kemudahan akses Pengembangan TI sebagai sarana akses informasi yang mudah didapatkan dengan sarana yang dimiliki oleh pengguna
  7. Sinergi
    Pengembangan TI dilaksanakan dengan saling memanfaatkan sistem lain dan sumber daya yang ada
  8. Integrasi
    Pengembangan TI sebagai sarana pengelolaan data dan informasi yang terpadu sehingga proses bisnis dapat berjalan dengan edektif dan efisien, serta dapat memberi data yang cepat untuk mendukung pengambilan keputusan
  9. Ketersediaan Tinggi
    Pengembangan TI selayaknya memperhatikan ketersediaan yang tinggi akan SI dan perangkat pendukungnya mengingat akan tingginya ketergantungan terhadap TI untuk mendukung proses yang ada di STIKes ‘Aisyiyah
  10. Mutu
    Pengembangan TI harus terus berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta

Strategi

Strategi yang digunakan untuk pengembangan TI adalah berdasarkan kebutuhan, kemampuan dan tujuan, yaitu:

  1. Penggalian data untuk menentukan kebutuhan yang sebenarnya
  2. Menata perangkat aturan untuk mendukung proses pembuatan atau untuk mendukung suatu proses bisnis
  3. Pengukuran kemampuan, baik finansial maupun sumber daya lain, kemudian memperkirakan kemungkinan pengembangan kemampuan, misal: dengan pelatihan untuk kemampuan sumber daya manusia, merekrut pegawai untuk ketersediaan sumber daya manusia, dan sebagainya
  4. Pencarian informasi mengenai alternatif-alternatif sistem yang hendak dikembangkan
  5. Memanfaatkan teknologi dan perangkat yang ada dengan optimal
    Mengembangkan sistem yang mudah dijangkau, simpel, efektif, efisien dan handal
  6. Meningkatkan peran serta stakeholder, dunia usaha dan pemerintah

Download (BluePrint-2013-2016.pdf.zip, ZIP, 532KB)